Sistem dan Sistem Pendidikan Nasional


images

Dalam kehidupan kita sehari-hari kita dapat menemukan bahkan ikut terlibat di dalam berbagai ragam wujud sistem. Namun ada kalanya kita kurang menyadari atau memahaminya. Untuk itu perlu kita mengenal apa itu sistem dan sistem pendidikan nasional agar kita bisa memahami ranah kerja ini semua. Kita dapat memandang berbagai wujud sebagai suatu sistem, sehingga dapat kita temukan adanya keanekaragaman wujud sistem . contoh: computer, sepeda, motor, jam tangan, dan lain sebagainya. Namun setiap ragam wujud sistem tersebut dapat dipandang sebagai sistem.

Pendidikan mempunyai peranan penting dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, karena itu dalam pembangunan nasionalnya pemerintah dan bangsa Indonesia menyelenggarakan pendidikan nasional. Untuk menyelenggarakan pendidikan, bukan saja dalam keadaan formal seperti di sekolah, kita melaksanakan pendidikan, namun di luar sekolah formal atau jalur pendidikan luar sekolah yang dilaksanakan di dalam keluarga, kursus, dan lain-lain.

Sehingga pendidikan yang sekarang ini semakin mudah didapatkan dimana-mana membuat kita semakin bersemangat untuk belajar. Walaupun demikian masih ada masyarakat yang tidak memperhatikan dunia pendidikan, dikarenakan pemikiran mereka yang sempit, sehingga anak-anak mereka tidak mereka sekolahkan, pemikiran yang salah ini akan terus berlanjut jika masyarakat yang seperti ini tidak kita beri penyuluhan tentang bermaknanya pendidikan bagi masa depan anak-anak mereka. Meskipun lingkungan keluarga dapat mendidik anak, namun alangkah baiknyalah jika anak tersebut diberi pendidikan di sekolah yang formal.

PEMBAHASAN

Sistem dan Sistem Pendidikan Nasional

 

2.1 Konsep Sistem, Pandangan Sistem, dan Pendekatan Sistem

            Konsep sistem meliputi empat (4) hal, yaitu pemahaman mengenai definisi sistem, jenis-jenis sistem, ciri-ciri sistem, dan model sistem. Pemahaman konsep sistem dasar dalam mengkaji sesuatu objek secara menyeluruh dan terpadu, baik berkaitan dengan proses maupun kelengkapan bagian-bagian dari objek itu sendiri. Untuk itu sebelum memahami pemanfaatan sistem dalam mengkaji sesuatu objek perlu dipahami terlebih dahulu.

            Istilah sistem dimaksudkan dengan satu keseluruhan dari sejumlah komponen (bagian) yang saling berhubungan dan berkaitan dalam mencapai satu atau beberapa tujuan. Pendidikan merupakan sebagai suatu sistem yang di dalamnya terdapat komponen-kompenen. Setiap komponen tersebut saling berhubungan dan berkaitan untuk mencapai tujuan pendidikan. Jadi pendidikan merupakan sebagai suatu sistem yang berfungsi dalam mengubah peserta didik sebagai masukan menjadi keluaran yang memiliki kemampuan hasil pendidikan sesuai tujuan pendidikan. Setiap ragam wujud sistem dapat dibedakan menjadi jenis-jenis sistem. Berdasarkan pengelompokkan jenis sistem menurut Gordon B. Davis, William A. Shrode dan Dan Voich (dalam Tatang M. Amirin, 1996:59-61), kita dapat mengenal jenis-jenis sistem sebagai berikut:

  1. Berdasarkan wujudnya, sistem dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:
  2. Sistem fisik, contohnya: robot mainan, kapal, pesawat, radio, dan lain-lain.
  3. Sistem konseptual, contohnya: ilmu dan filsafat.
  4. Sistem biologic, contohnya: manusia (tubuh manusia), seeokor hewan, sebatang pohon, dan lain-lain.
  5. Sistem sosial, contohnya: sekolah, kampus, keluarga dan lain-lain.
    1. Berdasarkan asal-usul kejadiannya sistem dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
    2. Sistem alamiah, misalnya sistem tata surya.
    3. Sistem buatan manusia, misalnya computer, sepeda, organisasi kemahasiswaan dan lai-lain.
      1. Berdasarkan daya gerak yang ada di dalamnya sistem dibedakan menjadi dua, yaitu:
      2. Sistem mekanistik
      3. Sistem organismik
        1. Berdasarkan hubungan dengan lingkungannya sistem dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
        2. Sistem terbuka
        3. Sistem tertutup

Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menemukan bahkan ikut terlibat di dalam berbagai ragam wujud sistem. Ciri-ciri umum sistem adalah:

  1. Goal Seeking. Setiap sistem memiliki tujuan, karena itu setiap kegiatan atau perilakunya mengarah kepada pencapaian tujuan tersebut.
  2. Hierarchy. Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen.
  3. Differentiation. Setiap komponen yang membentuk sistem memiliki daya pembeda sesuai dengan kedudukan dan fungsi masing-masing.
  4. Interrelated and interdependence.
  5. Wholism
  6. Setiap sistem berada di dalam suatu lingkungan berupa suprasistem yang terdiri atas berbagai sistem yang secara keseluruhan membangun suatu sistem besar.
  7. System boundaries
  8. Sekalipun sistem memiliki batas-batas pemisah dari lingkungannya, namun ada sistem yang bersifat terbuka dan ada pula yang bersifat tertutup.
  9. Transformation
  10. Feedback and correction.
  11. Equifinality.

Suatu sistem biasanya disajikan dalam bentuk model. Menurut Elias M. Awad, model adalah suatu representansi sistem yang nyata atau yang direncanakan: sedangkan Murdick dan Ross menjelaskan bahwa model merupakan abstraksi realitas, namun karena model tidak mampu menyajikan realitas secara rinci maka model hanya menyajikan bagia-bagian tertentu yang penting dari realitas (Tatang M. Amirin, 1996:78).

 

2.2 Pendidikan Sebagai Sistem

Apabila kita mengunakan pendekatan sistem dalam memepelajari pendidikan, maka dapat dipahami bahwa pendidikan merupakan suatu sistem. Pendidikan adalah keseluruhan yang terpadu dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan melaksanakan fungsi-fungsi tertentu dalam rangka membantu anak didik agar menjadi manusia terdidik sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Ditinjau dari asal usul kejadiannya, pendidikan tergolong kepada sistem buatan manusia, ditinjau dari wujudnya pendidikan tergolong kepada sistem sosial; sedangkan ditinjau dari segi hubungan dengan lingkungannya pendidikan merupakan sistem terbuka. Sistem pendidikan mengambil masukan dari masyarakat dan memberikan hasilnya kepada masyarakat. P.H Coombs (Odang Muchtar, 1976:8) mengelompokkan tiga jenis sumber input utama bagi sistem pendidkan, yaitu:

  1. Ilmu pengetahuan, nilai-nilai, dan tujuan-tujuan yang berlaku di dalam masyarakat.
  2. Penduduk dan tenaga kerja yang tersedia.
  3. Faktor ekonomi.

Input sistem pendidikan dibedakan dalam tiga jenis, yakni:

  1. Input mentah, yaitu peserta didik atau siswa
  2. Input alat, seperti: kurikulum, pendidik atau guru, gedung peralatan kegiatan belajar-mengajar, metode, dan lain-lain.
  3. Input lingkungan termasuk lingkungan sosial maupun alam, seperti teman, anggota keluarga, masyarakat, sosial budaya dan lain-lain. Input lingkungan ini secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi proses pendidikan.

Pendidikan merupakan suatu sistem, maka pelaksanaan fungsi dari masing-masing komponen tersebut secara keseluruhan diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan P.H Coombs (Depdikbud,1984/1985:68) mengidentifikasi adanya 12 komponen pokok sistem pendidikan, yaitu:

  1. Tujuan dan prioritas
  2. Anak didik (siswa)
  3. Pengelolaan
  4. Struktur dan jadwal
  5. Isi (kurikulum)
  6. Pendidik (guru)
  7. Alat bantu belajar
  8. Fasilitas
  9. Teknologi
  10. Pengawasan mutu
  11. Penelitian
  12. Biaya

Dalam sistem pendidikan terjadi proses transformasi, yaitu proses mengubah anak didik agar menjadi manusia terdidik sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini semua komponen pendidikan melaksanakan fungsinya masing-masing dan berinteraksi satu sama lain yang mengarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Adapun output atau hasilnya adalah manusia terdidik yang diperuntukkan bagi masyarakat atau sistem-sistem lain yang berada di dalam suprasistem.

2.3 Pendidikan Nasional sebagai Sistem

Pendidikan mempunyai peranan penting dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, karena itu dalam pembangunan nasionalnya pemerintah dan bangsa Indonesia menyelenggarakan pendidikan nasional. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 (pasal 1 ayat 2 UU RI No. 2 Tahun 1989).

Dalam definisi pendidikan nasional ditegaskan bahwa akar pendidikan nasioanl adalah kebudayaan bangsa Indonesia. Adapun yang dimaksud dengan kebudayaan bangsa Indonesia adalah “kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya”termasuk”kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah seluruh Indonesia” (Penjelasan Pasal 32 UUD 1945). Seperti dikemukakan pada hal tersebut, dasar pendidikan nasional adalah Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Pancasila yang dimaksud yakni pancasila sebagaimana termaktub di dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Sesuai dengan fungsi pancasila sebagai kepribadian bangsa, pandangan hidup bangsa atau ideology nasional, dan sebagai dasar Negara Republik Indonesia atau sebagai ideology Negara, maka pancasila sering disebut dengan dasar pendidikan nasional.

Menyimak uraian terdahulu dapat dipahami bahwa: pertama, terdapat hubungan erat antara pelaksanaan pendidikan nasional dengan Undang-undang Dasar 1945. Dalam hal ini pelaksanaan sistem pendidikan nasional merupakan perwujudan amanat, cita-cita, dan hak seluruh rakyat Indonesia. Kedua bahwa undang-undang RI No. 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional merupaka penjabaran dari Undang-undang Dasar 1945. Ketiga, bangsa Indonesia memandang pendidikan nasioanl sebagai suatu sistem sehingga dengan demikian dikenal istilah sistem pendidikan nasional.

2.4 Model Suprasistem Pendidikan Nasional

Sistem pendidikan nasional memiliki keterhubungan dan ketergantungan dengan lingkungan atau sistem-sistem lainnya yang berada pada di dalam suprasistem. Sistem pendidkan nasioanl mengambil input dari lingkungan atau sistem-sistem lain yang ada di dalam suprasistemnya. Sumber input terbagi menjadi dua, yaitu sumber input dari masyarakat nasional dan masyarakat internasional, sumber input dari masyrakat internasional meliputi:

  1. Pelajar dan peneliti asing yang datang untuk belajar;
  2. Pelajar dan peneliti yang belajar dan pulang dari luar negeri;
  3. Pengajar dan tenaga ahli asing yang ikut membantu penyelenggaraan pendidikan;
  4. Pengetahuan, teknik, dan budaya.

Transformasi dalam sistem pendidikan nasional dilakukan sebagai upaya mencapai tujuan pendidikan nasional dan diarahkan untuk mencapai tujuan nasional. Secara umum terdapat dua bentuk transformasi di dalam sistem pendidikan nasional, yaitu:

  1. Pengelolaan pendidikan, baik dalam skala makro atau pengelolaan pada tingkat nasional/pusat, pengelolaan pada tingkat meso atau pada tingkat daerah, maupun pengelolaan pada tingkat satuan pendidikan
  2. Proses pendidikan, baik yang dilaksanakan pada satuan-satuan pendidikan di jalur sekolah, maupun yang dilaksanakan pada satuan-satuan pendidikan di jalur luar sekolah.

Deskripsi Sistem Pendidikan Nasional

2.5  Jalur, Jenjang Dan Jenis Pendidikan                            

Dalam sistem pendidikan nasional Indonesia, pendidikan diselenggarakan melalui 2(dua) jalur, yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. Jalur pendidikan sekolah merupakan pendidikan yang diselengggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar secara berjenjang dan berkesinambungan. Jalur pendidikan sekolah terdiri dari 3(tiga) jenjang pendidikan, yaitu: (1) pendidikan dasar, (2) pendidikan menengah, (3) pendidikan tinggi.

Jalur pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar yang tidak harus berjenjang dan berkesinambungan. Sehungan dengan ini, maka pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga. Di dalam pendidikan nasional diselenggarakan berbagai jenis pendidikan yaitu pendidikan yang dikelompokkan sesuai denga sifat dan kekhususan tujuannya (pasal 1 ayat 4 UU RI No. 2 Tahun 1989). Jenis pendidikan yang termasuk jalur pendidikan sekolah termasuk pendidikan sekolah umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan akademik, dan pendidikan professional (Bab IV, pasal 11 UU RI No. 2 Tahun 1989). Sedangkan jenis pendidikan yang termasuk jalur luar sekolah terdiri atas pendidikan pendidikan umum, pendidikan keagamaan, pendidikan jabatan kerja, pendidikan kedinasan dan pendidikan kejuruan (PP No. 73 Tahun 1991).

2.6  Satuan Pendidikan

Pada setiap jalur pendidikan terdapat berbagai satuan pendidikan, yaitu penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah. Satuan pendidikan dapat terwujud sebagai suatu sekolah, kursus, kelompok bermain, keluarga, kelompok belajar, atau pun bentuk lain, baik yang menempati bangunan tertentu maupun yang tidak menempati bangunan tertentu.

  1. Satuan Pendidikan Jalur Sekolah
  2. Satuan Pendidikan Prasekolah

Pendidikan prasekolah bertujuan untuk membantu meletakkan dasar kea rah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya (Pasal 3 PP RI No. 27 Tahun 1990 tentang pendidikan prasekolah). Bentuk satuan pendidikan prasekolah meliputi Taman Kanak-kanak, Kelompok bermain, Penitipan Anak, dan bentuk lain yang ditetapkan oleh Menteri. Taman Kanak-kanak sebagai salah satu bentuk satuan pendidikan prasekolah yang terdapat di jalur sekolah menyediakan program pendidikan dini bagi anak usia empat tahun sampai memasuki pendidikan dasar. Adapun isi program kegiatan belajar di Taman Kanak-kanak meliputi sepuluh bidang pengembangan, yaitu: pengembangan (1) Moral Pancasila, (2) Agama, (3) Disiplin, (4) Kemampuan Berbahasa, (5) Daya Pikir, (6) Daya Cipta, (7) Perasaan/emosi, (8) Kemampuan bermasyarakat, (9) Keterampilan, (10) Jasmani.

 

  1. Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar

Pendidikan dasar bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga Negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah (Pasal 3 PP RI No. 28 Tahun 1990 tentang pendidikan dasar).

Pendidikan dasar dapat dilaksanakan baik pada jalur pendidikan sekolah maupun pada jalur pendidikan luar sekolah, selai itu bahwa pada pendidikan dasar dapat diselenggarakn dalam bentuk kegiatan belajar-mengajar di sekolah maupun dalam bentuk program pendidikan jarak jauh. Isi kurikulum pendidikan dasar merupakan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan dasar. Isi kurikulum pendidikan dasar wajib memuat sekurang-kurangnya bahan kajian dan pelajaran: pendidikan pancasila, pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa Indonesia, membaca dan menulis, matematika, pengantar sains dan teknologi, ilmu bumi, sejarah nasional dan sejarah umum, kerajinan tangan dan kesenian, pendidikan jasmani dan kesehatan, menggambar, dan bahasa inggris.

  1. Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Menengah

Pendidikan menengah bahwa pendidikan menengah bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa untuk menlanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan untuk mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sistem serta bertujuan meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbale-balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitarnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, penyelenggaraan pendidikan menengah berpedoman pada tujuan pendidikan nasional yang terdiri dari: sekolah menengah umum, sekolah menengah kejuruan, sekolah menengah keagamaan, sekolah menengah kedinasan, dan sekolah menengah luar biasa. Pendidikan menengah dapat menjabarkan dan menambah mata pelajaran sesuai dengan keadaan lingkungan dan ciri khas sekolah menengah yang bersangkutan dengan tidak mengurangi kurikulum yang berlaku secara nasional yang telah ditetapkan oleh menteri lain berdasarkan pelimpahan wewenang dari menteri.

Program pengajaran umum mencakup bahan kajian dan pelajaran yang disusun dalam mata pelajaran: pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, pendidikan agama, bahasa dan sastra Indonesia, sejarah nasional dan sejarah umum, bahasa inggris, pendidikan jasmani dan kesehatan, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan pendidikan seni. Program pengajaran khusus sekolah menengah umum terdiri atas:

 

  1. Program Pengajaran Bahasa

Program ini dimaksud untuk mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikannya ke jenjang pendidikan tinggi yang berkaitan dengan bahasa dan budaya, baik dalm bidang pendidikan akademik maupun pendidikan professional.

  1. Program Ilmu Pengetahuan Alam

Program ilmu pengetahuan alam dimaksudkan untuk mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi yang berkaitan dengan matematika dan ilmu pengetahuan alam baik dalam bidang pendidikan akademik maupun pendidikan professional.

  1. Program ilmu pengetahuan sosial

Program ilmu pengetahuan sosial dimaksud untuk mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan lebih tinggi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan sosial .

Isi pendidikan atau program pengajaran sekolah menengah kejuruan (SMK) ditetapkan melalui SK Mendikbud No: 080/U/1993 tentang “kurikulum sekolah menengah kejuruan”. SMK menyelenggarakan program pendidikan yang disesuaikan dengan jenis-jenis lapangan kerja (Penjelasan Pasal 7 PP No. 29 Tahun 1990). Sehubungan dengan itu program SMK dikelompokkan menjadi enam kelompok sebagai berikut.

  1. Kelompok pertanian dan kehutanan
  2. Kelompok teknologi dan industri
  3. Kelompok bisnis dan manajemen
  4. Kelompok kesejahteraan masyarakat
  5. Kelompok pariwisata
  6. Kelompok seni dan kerajinan.

 

  1. Satuan pendidikan jenjang pendidikan tinggi

Pendidikan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. Satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi disebut perguruan tinggi yang dapat berbentuk akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut atau universitas.

  1. Akademik merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan terapan dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi atau kesenian tertentu.
  2. Politeknik merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan terapan dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus.
  3. Sekolah tinggi merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional dalam satu disiplin ilmu tertentu.
  4. Institut merupakan perguruan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional dalam sekelompok disiplin ilmu yang sejenis.
  5. Universitas merupakan perguruan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional dalam sejumlah disiplin ilmu tertentu.
  6. Satuan Pendidikan Jalur Luar Sekolah

Adapun satuan pendidikan jalur luar sekolah meliputi: keluarga, kelompok belajar, kursus dan satuan pendidikan yang sejenis yang ditetapkan oleh menteri.

  1. Pendidikan Keluarga

Dalam pengertian sempit, keluarga merupakan unti sosial yang teridiri atas dua orang atau lebih berdasarkan ikatan pernikahan, sedangkan dalam pengertian luas keluarga merupakan unit sosial berdasarkan hubungan darah atau keturunan yang terdiri atas beberapa keluarga dalam arti sempit. Pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang penting peranannya dalam upaya pendidikan pada umumnya, dan pemerintah mengakui kemandirian keluarga untuk melaksanakan pendidikan dalam lingkungannya sendiri. Namun demikian pendidikan keluarga diharapkan dapat memberikan keyakinan agama, nilai budaya yang mencakup nilai moral dan aturan-aturan pergaulan serta pandangan, keterampilan dan sikap hidup yang mendukung kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kepada anggota keluarga yang bersangkutan.

  1. Pendidikan Prasekolah

Pendidikan prasekolah bertujuan untuk membantu meletakkan dasar kea rah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. Bentuk satuan pendidikan prasekolah pada jalur pendidikan luar sekolah terdiri atas: kelompok bermain, penitipan anak, dan bentuk lain yang ditetapkan oleh menteri.

  1. Kursus dan  Pendidikan Lain pada Jalur Pendidikan Luar Sekolah

Kursus adalah satuan pendidikan luar sekolah yang terdiri atas sekumpulan warga masyarakat yang memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental tertentu bagi warga masyarakat. Kursus diselenggarakan bagi warga belajar yang memerlukan bekal untuk mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah dan melanjutkan ke tingkat atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

 

 

2.7  Transformasi dalam Sistem Pendidikan Nasional

 

Transformasi atau kegiatan dalam sistem pendidikan nasional secara umum meliputi dua jenis, yaitu pengelolaan pendidikan dan kegiatan pendidikan. Pengelolaan pendidikan meliputi kegiatan perencanaan, pengoraganisasian, pengarahan, pengawasan, dan pengembangan. Sedangkan kegiatan pendidikan meliputi kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan.

  1. Pengelolaan Pendidikan

Dalam sistem pendidikan nasional, pengelolaan pendidikan dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:

  1. Pengelolaan pendidikan skala makro, yaitu pengeloaan pendidikan pada tingkat pusat
  2. Pengelolaan pendidikan skala meso, yaitu pengelolaan pendidikan pada tingkat wilayah atau daerah.
  3. Pengelolaan pendidikan skala mikro, yaitu pengelolaan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.
  4. Kegiatan Pendidikan

Kegiatan pendidikan dilaksanakan di berbagai satuan pendidikan baik yang ada pada jalur sekolah maupun jalur luar sekolah. Bentuk kegiatan pendidikan ini meliputi kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan. Khususnya pada jalur sekolah, bentuk-bentuk kegiatan pendidikan dilaksanakan dalam kegiatan kurikuler maupun kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan kurikuler merupakan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan susunan program, ditujukan untuk mengembangkan kemampuan minimal siswa pada setiap mata pelajaran. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan di luar jam pelajaran yang tercantum dalam susunan program sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s