Peningkatan Kemampuan Menyimak Pokok-pokok Berita Menggunakan Metode Numbered Heads Together dengan Media Audio Visual pada Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 6 Satu Atap Subah Tahun Pelajaran 2015/2016


Kegiatan pembelajaran di sekolah bertujuan untuk melakukan perubahan dari keadaan lama kepada keadaan baru yang lebih baik. Dalam kegiatan tersebut seorang pendidik haruslah mampu melakukan proses pengajaran dengan profesional. Seorang guru yang profesional tentu harus mampu memperhatikan kelebihan dan kekurangan siswanya. Untuk mengatasi kekurangan tersebut guru yang profesional mesti mahir dalam melaksanakan proses pembelajaran yang di dalamnya terdapat kemahiran dalam mentrasfer ilmu pengetahuan dan memilih model pembelajaran yang tepat agar proses belajar mengajar menjadi efektif.

Pada kenyataannya, hingga sekarang masih banyak guru melakukan kegiatan belajar mengajar tanpa melibatkan keaktifan siswa. Pembelajaran konvensional yang monoton selalu dijadikan model pembelajaran oleh banyak guru. Cara mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa secara satu arah tentulah tidak terlalu efektif untuk beberapa materi pembelajaran. Dengan demikian, sudah semestinya para guru harus inovatif dalam melakukan pendekatan kegiatan pembelajaran agar tercipta siswa yang aktif dan kreatif.

Kegiatan menyimak merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan oleh siswa pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Hampir seluruh guru yang mengajar, tak terkecuali bahasa Indonesia, selalu memberikan penjelasan materi pelajaran kepada siswa melalui proses lisan. Untuk memahami penjelasan guru, siswa harus menyimak dengan baik. Jika tidak, siswa menemui kegagalan dalam proses pembelajaran.

Begitu pentingnya keterampilan menyimak dalam kegiatan pembelajaran, siswa diharapkan untuk lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran di kelas dan senang ketika pembelajaran menyimak berita dimulai. Dari kegiatan menyimak berita tersebut guru sebagai fasilitator seharusnya bisa meningkatkan kemampuan menyimak berita siswa dengan model pembelajaran yang efektif dan menarik bagi siswa. Greene dan Petty (via Tarigan, 1979:4) mengemukakan bahwa keterampilan yang diperlukan bagi kegiatan menyimak yang efektif banyak persamaannya dengan yang dibutuhkan bagi komunikasi efektif dalam keterampilan-keterampilan berbahasa yang lain.

Atas dasar kenyataan lapangan maka perlu diterapkan sebuah model pembelajaran baru yang belum pernah diterapkan saat proses pembelajaran dilakukan di SMP Negeri 6 Satu Atap Subah. Model pembelajaran tersebut adalah Numbered Heads Together dengan media audio visual yang dapat membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam menyimak berita. Penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together dengan media audio visual dapat meningkatkan proses belajar siswa dalam pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Penerapan model NHT dengan media audio visual untuk menjawab masalah kesulitan siswa ketika menyimak berita dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini juga diharapkan mampu memberikan inovasi dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, khususnya menyimak efektif, menyenangkan, dan bermanfaat khususnya pada siswa SMP Negeri 6 Satu Atap Subah kelas VIII sebagai objek penelitian.

Untuk lebih rinci mempelajari publikasi ilmiah ini, penulis membagikan contoh publikasi ilmiah penelitian tindakan kelas (PTK). Silakan unduh di link yang disediakan. UNDUH LAPORAN ILMIAH DAN UNDUH PROPOSAL

Iklan

Rancangan dan Laporan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil (Versi Peserta Prajabatan Kabupaten Sambas)


P_20160908_073702_1_BF_p

Untuk mendapatkan sosok PNS yang profesional, perlu dilaksanakan pembinaan melalui jalur Pendidikan dan Pelatihan (Diklat). Diklat ini dilaksanakan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS yang tergabung dalam singkatan ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi). Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam membentuk karakter PNS yang kuat, yaitu PNS yang berintegritas, serta mampu bersikap dan bertindak professional dalam melayani masyarakat.

Untuk membentuk PNS professional, dibutuhkan pembaharuan atas pola penyelenggaraan diklat yang ada saat ini. Praktik penyelenggaraan Diklat Prajabatan dengan pola pembelajaran yang didominasi oleh metode ceramah, tidak menunjukkan perubahan yang membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS.Oleh karena itu, diperlukan metode yang lebih baik dalam proses internalisasi pada diri masing-masing peserta diklat. Metode yang digunakan dalam Diklat mengacu pada nilai dasar ANEKA yang diinternalisasikan melalui kuliah umum yang lebih menarik dan mudah diterima oleh peserta. Selain itu, dilakukan proses implementasi nilai dasar tersebut dalam bentuk magang atau bekerja di instansi masing-masing. Dengan cara aktualisasi pada tempat tugas, maka peserta dapat merasakan manfaatnya secara langsung sehingga nilai-nilai dasar profesi PNS tersebut dapat tertanam kuat dalam diri masing-masing peserta diklat.

Penulis dalam hal ini ingin berbagi ilmu yang telah didapatkan selama kegiatan prajabatan pada tahun 2016 di gedung diklat kabupaten Sambas. Ada banyak versi yang telah dibuat oleh peserta prajabatan dan dibagikan dalam internet. Penulis hanya menyampaikan ilmu yang didapatkan dari para pemateri, pembimbing, dan penguji. Semoga contoh rancangan dan laporan aktualisasi diri berguna bagi pembaca atau peserta prajabatan yang sedang mencari-cari referensi. Unduh Laporan Aktualisasi  dan  Unduh Rancangan Aktualisasi.

Hubungan antara Sikap Siswa terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Kemampuan Memahami Bacaan


Ketercapaian pembangunan nasional merupakan salah satu indikator tingginya mutu pendidikan. Oleh karena itu, sektor pendidikan Indonesia sudah seharusnya dapat menghasilkan insan-insan Indonesia yang berkualitas dan juga memiliki kearifan kepribadian diri dalam bertindak dengan kata lain seimbang antara akal dan perilaku. Keberhasilan pembelajaran pada ranah kognitif dipengaruhi oleh kondisi afektif siswa. Ada lima karakteristik afektif yang mempengaruhi hasil belajar siswa, yaitu sikap, minat, konsep diri, nilai, dan moral. Dalam kegiatan belajar sikap siswa dalam kegiatan belajar merupakan bagian penting untuk diperhatikan, karena aktivitas belajar siswa selanjutnya banyak ditentukan oleh sikap siswa.

Sikap manusia terhadap suatu objek perlu diungkap. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui pengetahuan seseorang tentang suatu objek, perasaan seseorang dalam menanggapi objek, serta kecenderungan seseorang untuk berbuat terhadap objek. Sikap adalah sekelompok keyakinan dan perasaan yang melekat tentang objek tertentu dan kecenderungan untuk bertindak terhadap objek tersebut dengan cara tertentu. Oleh sebab itu, sikap selalu bermakna bila dihadapkan kepada objek tertentu (dalam penelitian ini objek tersebut adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia).

Keluhan tentang rendahnya kemampuan membaca siswa di tingkat SMA tidak bisa dikatakan sebagai kelalaian seorang guru. Hal ini harus dikembalikan lagi kepada aktivitas siswa di dalam kelas. Bagaimana seorang siswa memiliki kemampuan memahami isi bacaan yang baik jika keaktifan siswa di dalam kelas masih kurang. Kenyataan yang ada saat ini menunjukkan soal-soal ujian anak Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagian besar menuntut pemahaman siswa dalam mencari dan menentukan pikiran pokok, kalimat utama, membaca grafik/tabel, dan sebagainya. Tanpa memiliki kemampuan membaca yang tinggi, mustahil siswa dapat menjawab soal-soal tersebut. Di sinilah peran penting membaca pemahaman untuk menentukan jawaban yang benar. Belum lagi dengan adanya standar nilai yang tiap tahun dinaikkan menuntut guru mata pelajaran Bahasa indonesia untuk dapat mencapai target tersebut. Baca lebih lanjut

MEMBACA PEMAHAMAN


Pengertian Membaca Pemahaman

Kegiatan membaca khususnya membaca pemahaman sangat penting bagi setiap siswa dan tidak dapat ditawar-tawar lagi. Hal ini didasarkan pada suatu pemikiran sebagian besar pemerolehan ilmu dilakukan oleh siswa melalui aktivitas membaca. Membaca pemahaman ialah membaca bahan bacaan dengan menangkap pokok-pokok pikiran yang lebih tajam dan dalam, sehingga terasa ada kepuasan tersendiri setelah bahan bacaan itu dibaca sampai selesai (Suhendar, 1992: 27). Baca lebih lanjut

HAKIKAT MEMBACA


Pengertian Membaca

Membaca merupakan satu dari empat keterampilan berbahasa dan merupakan bagian atau komponen dari komunikasi tulisan. Dalam hal ini penulis menyampaikan idenya melalui tulisan dan pembaca menemukan dan memahami ide tersebut melalui membaca. Adapun kemampuan bahasa pokok atau keterampilan berbahasa dalam kurikulum di sekolah mencakup empat segi, yaitu:

  • keterampilan menyimak/mendengarkan (Listening Skills,)
  • keterampilan berbicara (Speaking Skills),
  • keterampilan membaca (Reading Skills), dan
  • keterampilan menulis (Writing Skills).

Baca lebih lanjut