Menyimak Efektifensif, Menyimak Komprehensif, dan Menyimak dalam Pengajaran


  1. A.    Menyimak Efektifensif

 

Berbicara dan menyimak merupakan dua kegiatan berbahasa yang selalu bekerja sama. Kedua kegiatan itu bersifat spontan: tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk berfikir. Ingatan sangat berperan dalam kedua kegiatan itu. Kegiatan kounikasi ini berlangsung lewat tatap muka baik dalam hubungan searah maupun dua arah. Keberhasilan menyimak sangat tergantung pada pembicaraan sebagai sumber pesan. Pembicara yang efektif dalam melaksanakan kegiatannya akan memberi kemudahan kepada penyimak menyerap gagasannya. Penyimak akan efektif apabila ada kerjasama yang baik antara pembicara dan penyimak.

  1. 1.      Unsur-unsur Dasar Menyimak

Menyimak merupakan kegiatan yang cukup kompleks, karena sangat tergantung pada berbagai unsure yang mendasarinya. Unsur-unsur dasar menyimak ini ialah berbagai unsur yang secara fundamental mewujudkan adanya suatu peristiwa atau kegiatan menyimak.

Unsur-unsur dasar yang dimaksud ialah:

  1. Pembicara, sebagai sumber pesan. Pembicara yang baik yaitu pembicara yang memiliki:
    1. Sikap mental yang positif, yang mencakup: rasa komunikasi, rasa kepemimpinan, rasa percaya diri,dan rasa humor.
    2. Menguasai bahan, seorang pembicara harus dapat menyusun materi pembicaraan dengan rapi, sistematis, logis, menarik, agar penyimak mudah menangkap maknanya.
    3. Memiliki pengatahuan dan pengalaman, pengetahuan dan pengalaman yang relevan dengan bahan simakan akan mempermudah perolehan pesan.
    4. Penyimak, sebagai penerima pesan. Penyimak yang ideal yaitu penyimak yang memiliki:
      1. Kondisi fisik, seorang penyimak dikatakan prima kondisi fisiknya apabila sehat secara keseluruhan terutama telinga dan tidak dalam keadaan lelah.
      2. Kondisi mental, sikap penyimak sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman, yaitu:
        1. Motivasi
        2. Perhatian
        3. Konsentrasi
        4. kritis
    5. Bahan pembicaraan, sebagai unsur konsep. Mengkaji bahan pembicaraan yang dilakukan yaitu:
      1. Menyimak tujuan pembicaraan
      2. Menyimak urutan
      3. Menyimak topic utama
      4. Menyimak topik bawahan
      5. Menyimak akhir pembicaraan
    6. Bahan lisan, sebagai media yang berupa lambing-lambang berupa lingual, yang dilengkapi denga gerak-gerik, mimik dan pandangan mata.
  1. B.     Menyimak Komprehensif

 

Salah satu tujuan menyimak adalah menerima rangsang untuk memahami suatu pesan tertentu. Mendengar untuk tujuan memahami disebut menyimak komprehensif. Seseorang dapat dikatakan sebagai penyimak komprehensif yang baik apabila ia mampu menerima, memperhatikan, dan memberikan makna dari pesan yang sedekat mungkin sama dengan pesan yang disampaikan oleh pembicara.

  1. 1.      Proses Menyimak Komprehensif

 

Kegiatan komunikasi banyak dilakukan secara lisan, sehingga kemampuan menyimak sangat penting dimiliki oleh setiap pemakai bahasa. Dengan kemampuan menyimak yang baik, pemahaman yang tepat terhadap pesan dapat tercapai. Pemahaman yang utuh dan tepat hanya dapat terjadi bila penyimak secara aktif memproses apa yang didengarnya itu melalui komponen-komponen tertentu yang bekerja dengan baik dalam dirinya. Komponen yang termasuk dalam proses menyimak ialah:

  1. Rangsang bunyi
  2. Penerimaan oleh alat dengar
  3. Perhatian dan penyeleksian
  4. Pemberian makna
  1. 2.      Fungsi Comprehensive Listening

Dalam proses pendidikan hampir seluruh kegiatan penyampaian materi pendidikan mengandalkan pada comprehensive listening. Oleh sebab itu untuk menjadi pendengar komprehensif yang baik, kita hanya perlu berkonsentrasi pada pesan-pesan yang disampaikan, selanjutnya mencari kaitan antara satu pesan dengan lainnya untuk akhirnya sampai pada pemahaman yang dikehendaki, tidak perlu membuat penafsiran terlalu kritis pada pesan yang disampaikan oleh si pembaca.

  1. 3.      Faktor-faktor yang Berkaitan dengan Menyimak Komprehensif

 

Melalui pengujian (test) dapat diketahui seberapa besar efisiensi menyimak si pendengar. Selanjutnya dikenal ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan menyimak komprehensif, yaitu:

  1. Memori (ingatan)

Menurut teori skematis, kita tak dapat memproses suatu informasi tanpa melibatkan memori, menurut teori ini, dengan memori manusia dapat menghubungkan konsep yang satu dengan konsep lainnya. Terdapat beberapa teori yang memberikan penjelasan tentang penyebab mengapa informasi yang telah disimpan dalam memori dapat hilang begitu saja. Teori tersebut yaitu:

  1. Fading Theory (Teori Pemudaran)
  2. Distortion Theory (Teori Pemudaran)
  3. Suppression Theory (Teori Supresi)
  4. Interference Theory (Teori Interferensi)
  5. Processing Break-down Theory

Selain mengenai teori-teori dan penyebab kelupaan, penting kiranya kita mengenal pula apa-apa yang mudah untuk diingat. Menurut penelitian, manusia akan lebih mudah mengingat apabila informasi itu:

  1. Dianggap penting dan berharga atau berguna dalam kehidupannya.
  2. Dianggap lain daripada informasi yang lain atau diangggap unik
  3. Terorganisir, dan
  4. Berupa informasi visual.
  1. 4.      Teknik Peningkatan Daya Simak

Beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menyimak adalah:

  1. Teknik Loci (Loci System)
  2. Teknik Penggabungan
  3. Teknik Fonetik
  4. Akronim dan Akrostik
  5. Teknik Pengelompokkan Kategori
  6. Teknik Pemenggalan
  1. 5.      Konsentrasi

Variable signifikan lainnya yang berpengaruh dapa comprehensive listening adalah kemampuan pendengar untuk berkonsentrasi atau menaruh perhatian pada item-item yang akan diingat. Berkonsentrasi pada pesan yang dikirimkan oleh pembaca merupakan kesulitan utama yang dihadapi oleh pendengar. Ada tiga alasan yang mendasari alasan (kurang konsentrasi) di atas di antaranya:

  1. Kurangnya kedisiplinan diri,
  2. Kurangnya motivasi diri, dan
  3. Kurangnya tanggung jawab.
  1. 6.      Perbendaharaan Kata

Faktor lain yang mempengaruhi kemampuan komprehensif pendengar adalah ukuran kosakata. Diasumsiakan bahwa ukuran kosakata merupakan variable penting dalam pemahaman mendengar. Ada beberapa langkah untuk meningkatkan kosakata umum maupun kosakata mendengar menurut Pauk, langkah-langkah tersebut yaitu

  1. Menumbuhkan minat pada kata-kata. Dalam menumbuhkan minat terhadap kata-kata, kita perlu menumbuhkan kemampuan pemerolehan kosakata.
  2. Mempelajari makna dari kata-kata yang tidak lazim dari konteks-konteksnya. Konteks ini menuntut kita untuk terlebih dahulu mempelajari petunjuk kontekstual yang umum dipakai oleh pembicara.

Ada dua jenis petunjuk kontekstual yang utama dan telah umum dikenal, yakni: petunjuk semantik (makna kata) dan sintaksis (struktur kalimat). Yang termasuk ke dalam petunjuk semantik adalah:

  1. Petunjuk sinonim
  2. Petunjuk penjelas
  3. Petunjuk deskripsi
  4. Petunjuk contoh
  5. Petunjuk kesimpulan
  6. Petunjuk penjelasan
  7. Petunjuk pengalaman
  8. Petunjuk situasi.

Petunjuk kontekstual sintaksis berupa pola-pola penyusun kalimat yang menjadi unsur penyusun suatu kalimat.

  1. 7.      Faktor-faktor Tambahan

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi variable-variabel yang dapat berpengaruh terhadap pemahaman dari hasil pendengaran. Faktor-faktor tersebut adalah

  1. Faktor kurang seringnya diadakan penelitian-penilitian yang terkontrol secara ilmiah:
  2. Tak banyak mengenai validitas dan reliabilitas tes mendengar yang diterapkan dalam penelitian: dan
  3. Karena sebagian besar peneliti belum terkoordinir dengan baik.
  1. 8.      Kemampuan yang Terkait dalam Menyimak Pemahaman

Ralph G. Nichols menyatakan pendapatnya bahwa pendengar komprehensif harus cermat dalam memperbedakan antara kecepatan berbicara dan kecepatan berfikir.

  1. 9.      Menyimak Gagasan-gagasan Utama

Kemampuan lain yang sangat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan diferensial kecepatan berbicara-berfikir, adlah mengetahui apa yang sebenarnya hendak kita dengarkan.

  1. 10.  Menyimak untuk Mendapatkan Rincian Penting Pembicaraan

Setelah kita lancer dan cakap dalam menyimak gagasan-gagasan pembicaraan, selanjutnya kita perlu menumbuhkan skill atau kemampuan memperoleh rincian pembicaraan untuk mendukung gagasan utama yang telah kita dapatkan. Rincian-rincian ini dapat berupa fakta, contoh-contoh, sisipan statistik, anekdot, pengalaman pribadi, analogi referensi sumber-sumber yang dapat dipercaya, deskripsi, defenisi dan lain sebagainya.

  1. 11.  Menarik Kesimpulan

Kemampuan lain yang perlu dimilki oleh pendengar komprehensif adalah kemampuan untuk menarik kesimpulan(implikasi). Kesimpulan adalah data yang tak disampaikan dalam pembicaraan melainkan hanya diimplikasi saja. Langkah-langkah penting dalam menarik kesimpulan yaitu:

  1. Pahamilah secara keseluruhan gagasan-gagasan yang disampaikan.
  2. Berikan alasan atas gagasan-gagasan yang telah disimpulkan.
  3. Tentukan sedemikian rupa sehingga diperoleh kecocokan antar gagasan-gagasan yang disimpulkan.
  4. Pusatkan dasar pemikiran pada gagasan yang dinyatakan oleh pembicara, jangan dikacaukan dengan opini, perasaan, dan anggapan pribadi.
  1. 12.  Menjadi Pencatat yang Baik

Apabila proses menyimak dibarengi dengan mencatat, maka proses pemahaman akan tercapai dengan baik. Salah satu nilai lebihnya, pertama adalah bahwa mencatat dapat meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dalam situasi perkuliahan maupun dalam kegiatan menyimak ceramah umum.

  1. 13.  Metode Pencatatan
    1. Metode Kerangka Garis Besar Catatan
    2. Metode Precis
    3. Metode Bukti vs Prinsip
    4. Metode Pemetaan
  1. 14.  Mengingatkan Beberapa Item Secara Berurutan

Kemampuan lain yang disarankan untuk dimilki oleh penyimak komprehensif adalah kemampuan untuk memanggil ulang (mengingat) beberapa item secara berurutan. Kemampuan ini dapat diukur dengan menggunakan beberapa jenis tes, misalnya dengan menggunakan Brown-Carles Listening Comprehension Test.

  1. 15.  Mengikuti Arahan Oral (Pembicaraan Lisan)

Kemampuan lain yang sangat erat kaitannya denga urutan adalah kemampuan untuk mengikuti arah lisan. Kemampuan ini akan dirasakan penting apabila kita dihadapakan pada situasi ketika kita perlu dan sangat disarankan mengikuti intruksi-intruksi tertentu.

  1. 16.  Memformulasikan Pertanyaan

Kemampuan yang terakhir yang perlu dimiliki oleh penyimak komprehensif adalah kemampuan untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan.

  1. C.    Pengembangan Keterampilan Menyimak Efektif dengan Gaya Terapi

menurut para ahli psikologi, keutamaan mendengar atau menyimak bagi anak, cakupannya sangat luas, meliputi anak usia belasan tahun, masa dewasa, dan usia-usia di sekitar itu. Guru taua orang tua tidak sepenuhnya dapat dijadikan kiblat atau acuan jawaban atas pertanyaan anak. Kemampuan yang sangat berharga dari seorang manusia dalam mengemban tugas sebagai guru maupun orang tua adalah mengembangkan kemampuan untuk mendengar atau menyimak secara empatis terhadap anak-anaknya. Komunikasi dalam keluarga atau di sekolah dapat dicapai melalui proses mendengar. Menyimak empatis adalah salah satu bagian dari menyimak terapeutik.

  1. 1.      Menyimak Terapeutik

Pengembangan menyimak terapeutik sangat penting dimilki oleh kelompok professional, termasuk guru. Terbukti bahwa dunia sangat membutuhkan para penyimak terapeutik. Menyimak terapeutik memainkan peranan penting pula dalam kegiatan kependidikan. Untuk menciptakan suasana yang mendukung berlangsungnya pengembangan diri siswa, guru harus dapat mendemonstrasikan keterampilan berkomunikasi secara empatis, misalnya memperhatikan rasa hormat, menghargai, terbuka, dan jujur.

  1. 2.      Beberapa Keterampilan yang Terlibat dalam Menyimak Terapeutik
    1. Memusatkan Perhatian

Seorang pendengar terapeutik selalu berusaha menciptakan lingkungan yang tenang dan menjaga harga diri pembicara, misalnya dengan menyekat ruangan agar terhindar dari sumber kegaduhan.

  1. Memperlihatkan (Sikap) Memperhatinkan

Sikap perhatian ini dapat ditunjukkan oleh pendengar melalui mimic, gerak tubuh, dan respon-respon bagian tubuh lainnya.

  1. Menciptakan Iklim Komunikasi yang Mendukung

Seorang penyimak terapeutik yang baik, mampu menunjukkan iklim komunikasi yang mendukung, sehingga si penutur merasa bebas, aman dan nyaman dalam mengungkapkan pesan-pesannya.

            Enam karakter iklim komunikasi yang sehat yang dapat dikondisikan oleh penyimak, yaitu:

  1. Deskriptif
  2. Berorientasi masalah
  3. Spontan
  4. Empatis
  5. Kebersamaan
  6. Provisionalis
  1. 3.      Mendengar Disertai Empati

Empati bukanlah antipasti atau simpati, melainkan curahan perasaan dan pemikiran terhadap orang lain (sesama). Agar dapat peduli terhadap orang lain, seorang penyimak harus dapat menumbuhkan kembali dunia orang lain dengan cara:

  1. Melakukan pengamatan inderawi terhadap dunia orang lain.
  2. Mampu mengindentifikasi pemikiran dan perasaan pembicara dengan cara memasuki kerangka acuan orang lain (tanpa kehilangan identitas pribadinya).
  3. Menyusun kembali perasaan dan pemikiran penyimak dengan rela menjadi cerminan bagi emosi dan dasar pemikiran orang lain.
  1. 4.      Memberikan Respon dengan Benar

Penyimak-penyimak tertentu terkadang memberikan respo-respon yang kasar terhadap terapeutik listening. Namun, sayangnya intensitas penyimak tidak terlalu dapat memperbaiki respon-respon yang ada. Pada dasarnya setiap respon mempunyai efek yang berbeda-beda terhadap pembicara. Respon-respon tertentu dapat membatasi eksplorasi diri lebih lanjut dan bahkan membatasi interaksi pembicara-penyimak.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan penyimak menginterupsi pembicara diantaranya karena penyimak

  1. Telah memikirkan sesuatu yang ingin ia sampaikan pada pembicara.
  2. Berpikiran bahwa pembicara seolah-olah tahu bahwa ia akan menyampaikan sesuatu.
  3. Tidak mau mendengarkan apa yang menurut perkiraannya akan dikatakan oleh pembicara
  4. Terlalu cepat mengambil kesimpulan
  5. Ingin dapat dianggap sejajar dengan pembicara
  6. Mencegah terlalu banyak
  7. Ingin segera mengakhiri opini opini pembicaraan sebelum waktunya.

Ada beberapa alasan mengapa respon yang diberikan tidak tepat, diantaranya karena

  1. Penyimak sering tidak mempunyai kewenangan memberikan saran
  2. Penyimak cenderung mangabaikan individualism pembicara
  3. Penyimak menawarkan saran yang memberikan implikasi bahwa seakan-akan penyimak tidak memandang pembicara bersamaan kedudukannya dengan dirinya
  4. Dengan memberikan saran yang disadur dari pembicara, penyimak akan terpojokkan oleh penyimak lain
  5. Penawaran saran akan merupakan halangan bagi pengekspresian diri dari pembicara
  6. Dengan menawarkan saran ia akan dapat mengkomunikasikan kurangnya rasa percaya dalam kapasitas pembicara sebagai pembicara untuk memecahkan permasalahannya, yang akan menurunkan rasa percaya pembicara.
  7. Penawaran saran dapat menguarangi tanggung jawab pembicara untuk menjelaskan permasalahan dan menggali kemungkinan solusi untuk permasalahn tersebut
  8. Penawaran saran seringkali hal tersebut dapat menjadi sesuatu yang selalu ingin dihindari pembicara.
  9. Penawaran saran kepada pembaca, sekalipun ketika ia (pembicara) meminta saran atau pendapat, tak akan mampu menjawab apa yang dibutuhkan oleh pembicara.
  1. D.    Menyimak dalam Pengajaran

Perkembangan kemampuan komprehensif menyimak bahasa lisan merupakan proses panjang yang panjang berkesinambungan. Kemampuan itu tidak akan dapat diperoleh secara otomatis, namun harus guru yang kontinu. Oleh karena itu, salah satu tugas guru yang penting adalah dengan cara melengkapi atau memperbanyak variasi kegiatan menyimak yan jelas tujuannya, terarah, dan lengkap. Siswa harus sadar akan pentingnya latihan menyimak secara terus menerus.

  1. 1.      Pengajaran menyimak di sekolah-sekolah belum terlaksana dengan sempurna,hal ini disebabkan:
    1. Pelajaran menyimak relatif baru nyatakan dalam kurikulum
    2. Teori, prinsip, dan generalisasi mengenai menyimak belum banyak diungkapkan
    3. Pemahaman mengenai menyimak masih minim
    4. Buku teks pegangan guru masih langka
    5. Guru-guru bahasa Indonesia masih kurang berpengalaman dalam melaksanakan pengajaran menyimak
    6. Bahan pengajaran menyimak sangat kurang
    7. Guru-guru bahasa Indonesia belum terampil menyusun bahan pengajaran menyimak
    8. Alat bantu belum merata
    9. Jumlah per kelas terlalu besar.
  1. 2.      Adapun contoh materi simakan yang dapat dijadikan sebagai bahan pengajaran dengan memiliki berbagai tujuan antara lain:
    1. Materi yang tujuannya mendapat respon penyimak berupa bunyi-bunyian, baik suara, suku kata, fakta, frase, klausa, dan kalimat.
    2. Materi yang tujuannya memerlukan pemusatan perhatian.
    3. Materi yang tujuannya membandingkan dan mempertentangkan dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak.
    4. Materi yang tujuannya menuntut penyimak berpikir kritis.
    5. Materi yang tujuannya menghibur.
    6. Materi yang tujuannya informatif.
    7. Materi yang tujuannya deskrimatif.
  1. 3.      Aneka teknik penyajian pembelajaran menyimak antara lain:
    1. Dengar –  Ucap
    2. Dengar –  Terka
    3. Dengar –  Jawab
    4. Dengar – Tanya
    5. Dengar – Sanggah
    6. Dengar – Cerita
    7. Dengar – Suruh
    8. Dengar – Larang
    9. Dengar – Teriak
    10. Dengar – Setuju
    11. Dengar – Bisik Berantai
    12. Dengar – Baca
    13. Dengar – Tulis
    14. Dengar – Salin
    15. Dengar – Rangkuman
    16. Dengar – Peringatan
    17. Dengar – Lengkapi
    18. Dengar – Kerjakan
    19. Dengar – Lakukan
    20. Dengar – Simpati
    21. Dengar – Kata Simon
    22. Dengar – Temukan Benda/Objek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s