Spesifikasi Sastra Lama/Klasik dan Sastra Baru/Modern


Mantra adalah merupakan puisi tua, keberadaannya dalam masyarakat Melayu pada mulanya bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan. Contoh mantra:

Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu

Bidal adalah bahasa berkias untuk mengungkapkan perasaan yang sehalus-halusnya, hingga orang lain yang mendengarkan harus mendalami dan meresapi arti serta maksud dalam hatinya sendiri, biasanya berisi nasihat, sindiran, peringatan, dan sebagainya. Contoh bidal:

Jika kail panjang sejengkal, jangan laut hendak diduga.

Pantun merupakan bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yg bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi. Contoh pantun:

 

Ada pepaya ada mentimun (a)
Ada mangga ada salak (b)
Daripada duduk melamun (a)
Mari kita membaca sajak (b)

Seloka merupakan bentuk puisi Melayu Klasik, berisikan pepatah maupun perumpamaan yang mengandung senda gurau, sindiran bahkan ejekan. Biasanya ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair, terkadang dapat juga ditemui seloka yang ditulis lebih dari empat baris. Contoh seloka:

Sudah bertemu kasih sayang
Duduk terkurung malam siang
Hingga setapak tiada renggang
Tulang sendi habis berguncang

Gurindam adalah satu bentuk puisi Melayu lama yang terdiri dari dua baris kalimat dengan irama akhir yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian dan baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi. Contoh gurindam:

Pabila banyak mencela orang
Itulah tanda dirinya kurang
Dengan ibu hendaknya hormat
Supaya badan dapat selamat.

Syair adalah puisi atau karangan dalam bentuk terikat yang mementingkan irama sajak. Biasanya terdiri dari 4 baris, berirama aaaa, keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair (pada pantun, 2 baris terakhir yang mengandung maksud). Contoh syair:

Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)

Puisi Arab-Parsi merupakan puisi lama yang yang berasal dari Arab dan Parsi yang telah dibawa masuk ke Nusantara bersama-sama dengan kedatangan Islam.  Contoh puisi Arab-Parsi yaitu:

                 Umar

Umar yang adil dengan perinya

Nyatalah pun adil sama sendirinya

Dengan adil itu anaknya dibunuh

Itulah adalah yang benar dan sungguh

Dengan bedah antara isi alam

Ialah yang besar pada siang dan malam

Lagi pun yang menjauhkan segala syar

Imamu’ilhak di dalam kandang mansyar

Barang yang hak ta’ala katakan itu

Maka katanya sebenarnya begitu

Dongeng adalah cerita fiktif atau cerita imajinatif. Contoh dongeng Kura dan Kera.

Tambo merupakan uraian mengenai asal usul orang Minangkabau dan menerakan hukum-hukum adatnya, termasuk sumber yang mulai langka di wilayah Minangkabau sekarang. Contoh tambo “Tambo Alam Minangkabau”

Kaba adalah sastra tradisional Minangkabau yg berbentuk prosa berirama, kalimatnya sederhana dng 3—5 kata sehingga dapat diucapkan secara berirama atau didendangkan, tema ceritanya bermacam-macam, spt kepahlawanan, petualangan, pelipur lara, dan kisah cinta. Contoh kaba “Kaba Malin Dewa Nan Gombang Patuanan”

Cerita adalah tuturan yg membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal peristiwa, kejadian, dan sebagainya. Contoh cerita adalah “cerita kancil dan buaya.

Hikayat adalah salah satu bentuk sastra karya prosa lama yang isinya berupa cerita, kisah, dongeng maupun sejarah. Umumnya mengisahkan tentang kephalawanan seseorang, lengkap dengan keanehan, kekuatan/ kesaktian, dan mukjizat sang tokoh utama. Contoh hikayat “Hikayat Hang Tuah”.

Sejarah merupakan kejadian dan peristiwa yg benar-benar terjadi pd masa lampau. Contoh sejarah “Janur Kuning”.

Silsilah adalah suatu daftar susunan nama orang-orang yang merupakan susunan keturunan dari suatu warga atau dinasti (wangsa). Contoh silsilah “Dinasti Sriwijaya”

Nama-nama puisi sesuai dengan banyaknya baris yaitu puisi baru yang namanya berdasarkan banyaknya baris yang ada dalam puisi itu sendiri, sehingga berbeda nama puisi yang memiliki baris banyak dan sedikit. Nama-nama puisi ini diantaranya adalah:

  1. Distikon, merupakan pusi yang setiap batasnya terdiri 2 baris
  2. Terzina ( puisi yang setiap batasnya terdiri 3 baris )
  3. Kuatrain ( puisi yang setiap batasnya terdiri 4 baris )
  4. Quint ( puisi yang setiap baitnya terdiri 5 baris )
  5. Sextet ( puisi yang setiap baitnya terdiri 6 baris )
  6. Septima ( puisi yang setiap baitnya terdiri 7 baris )
  7. Oktaf/stansa ( puisi yang setiap baitnya terdiri 8 baris )
  8. Soneta ( puisi 14 baris yang dibagi menjadi 2 kuatrain dan 2 tersina )
  9. Puisi Bebas ( puisi yang tidak terikat oleh jumlah baris dan irama )
  10. Puisi Kotemporer ( Puisi yang menyimpang dari aturan penulisan puisi )

Nama-nama puisi sesuai dengan isinya yaitu puisi baru yang namanya berdasarkan isi yang ada dalam puisi itu sendiri. Nama-nama puisi ini diantaranya adalah:

Balada.

Balada merupakan sajak yang berisikan cerita atau kisah yang mungkin terjadi atau hanya khayalan penyairnya saja .

Elegi.

Elegi merupakan sajak yang berisi duka mestapa. sajak ini selalu mengungkapkan sesuatu yang pedih.

Ode.

Ode merupakan sajak yang isinya mengandung pujian kepada seseorang suatu bangsa, atau sesuatu yang di anggap mulia.

Satire.

Satire merupakan sajak yang isinya mengecam, mengejek dengan kasar ( sarkasme ) dan tajam

Himne.

Himne merupakan sajak pujian kepada tuhan yang maha kuasa himne sering disebut sajak ketuhan.

Epigram.

Epigram merupkan sajak yang berisi tentang ajaran – ajaran moral, nilai hidup yang baik dan benar, yang dilukiskan dengan ringkasan.

Romansa.

Romansa merupakan sajak yang berisi tentang cinta kasih, cinta kasih ini tidak hanya antara sepasang kekasih, tetapi cinta kasih terhadap segalanya.

Puisi modern atau puisi bebas atau nama lainnya puisi cyber merupakan puisi yang muncul pada angkatan 45, dipelopori oleh Chairil Anwar. Puisi modern atau puisi bebas tidak mengutamakan bentuk atau banyak baris dalam satu bait dan irama, ( persajakan ), tetapi lebih mengutamakan isi puisi. Contoh puisi modern ini yaitu: puisi “Doa” karya Chairil Anwar.

DOA

Kepada pemeluk teguh

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut nama-Mu

Biar susah sungguh

mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci

tinggal kerlip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

Aku hilang bentuk

remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku

di pintuMu aku mengetuk

aku tidak bisa berpaling

Roman adalah cerita berbentuk prosa yang menggambarkan pengalaman hidup orang atau keluarga, dengan menceritakan seluruh kehidupan (watak, sifat, dan perilaku) pelaku-pelakunya, dari lahir hingga meninggal. Contoh roman: Layar Terkembang oleh  Sutan Takdir Alisyahbana.

Biografi adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Contoh: Soeharto Anak Desa, Prof. Dr. B.I Habibie, Ki Hajar Dewantara.

Otobiografi adalah Biografi yang ditulis oleh seorang Tokoh tentang kehidupannya dan tentang perjalanan hidup yang dilaluinya. Mulai dari kanak – kanak sampai waktu yang ditentukan oleh Penulis Autobiografi. Contoh otobiografi yaitu: “otobiografi Soeharto.”

Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif; biasanya dalam bentuk cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Contoh novel “ Ayat-ayat Cinta”.

Kisah adalah riwayat perjalanan seseorang yang berarti cerita rentetan kejadian kemudian mendapat perluasan makna sehingga dapat juga berarti cerita. Contoh: Melawat ke Jabar – Adinegoro, Catatan di Sumatera – M. Rajab.

 

Kritik, adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yang sifatnya objektif dan menghakimi.

Esai, adalah ulasan / kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya. Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik, pementasan drama, film, dll. menurut selera pribadi penulis sehingga bersifat sangat subjektif  atau sangat pribadi. Contoh esai adalah “Menjadi Manusia” karya Yakob Sumarjo dan “Persatuan Indonesia”  karya Sanusi Pane.

Peribahasa adalah kata-kata yang merupakan kalimat yang lengkap dan berisi pernyataan suatu keadaan. Contoh peribahasa:

Ada gula ada semut

Air susu dibalas dengan air tuba

Air dicencang tiada putus

Ungkapan adalah kelompok kata atau gabungan kata yg menyatakan makna khusus (makna unsur-unsurnya sering kali menjadi kabur). Contoh:

“bertemu ruas dengan buku”

Perumpamaan, adalah majas yang berupa perbandingan dua hal yang pada hakikat berbeda, tetapi sengaja dianggap sama (secara eksplisit dinyatakan dengan kata-kata pembanding umpama, bak, bagai, seperti, ibarat, dan sebagainya). Contoh perumpamaan:

Soraknya seperti gunung runtuh

Wajahnya laksana bulan kesiangan

Seperti mendapat durian runtuh

Pepatah, adalah kiasan tepat yang berupa kalimat sempurna dan pendek, pada mulanya dimaksudkan untuk mematahkan pembicaraan orang lain. Contoh pepatah:

 

Buruk muka cermin dibelah

Anjing menyalak takkan menggigit

Besar bungkus tak berisi

Ibarat, adalah perbandingan dengnan seterang-terangnya dengan keadaan alam sekitarnya, yang mengandung sifat puisi di dalamnya. Contoh ibarat:

Hendaklah seperti tembikar, pecah satu pecah semua.
Ibarat bunga, segar dipakai layu dibuang.
Bagai anak ayam kehilangan induk, selalu saja dalam kebingungan.

Tamsil, adalah kiasan pendek yang bersajak dan berirama, seperti pantun kilat atau karmina. Contoh tamsil:

Ada ubi ada talas, ada budi ada balas

Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi

Dekat kabut mata tertutup, dekat maut maaf tertutup

Amsal, adalah kalimat pendek untuk mengajarkan suatu kebenaran. Contoh amsal:

Biar badan penat, asal hati suka

Boleh dipelajari, jangan diikuti (untuk sesuatu yang jelek)

Pemeo, adalah kata-kata atau kalimat-kalimat singkat baik yang mengandung ejekan atau semangat, yang ditiru dari ucapan seseorang, dan kemudian sering diucapkan atau dipakai dalam masyarakat. Contoh pemeo:

Sekali merdeka, tetap merdeka

Maju terus, pantang mundur

Pantun merupakan bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yg bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi. Contoh pantun:

Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang

Pantun kilat adalah pantun yang terdiri dari dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua adalah isi. Memiliki pola sajak lurus (a-a). Biasanya digunakan untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung. Contoh pantun kilat:

Sudah gaharu cendana pula

Sudah tahu masih bertanya pula

Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari 4 baris ( mulai dari 6 baris hingga 20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, dan seterusnya. Contoh talibun:

Kalau anak pergi ke pekan

Yu beli belanak beli

Ikan panjang beli dahulu

Kalau anak pergi berjalan

Ibu cari sanakpun cari

Induk semang cari dahulu

Pantun berkait adalah pantun yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait. Contoh pantun berkait:

Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan

Di mana hati tak kan rusuh,

Ibu mati bapak berjalan

Kayu jati bertimbal jalan,

Turun angin patahlah dahan

Ibu mati bapak berjalan,

Ke mana untung diserahkan

 

Pantun modern diartikan sebagai pantun terbaru, merupakan bentuk kreatif dan pantun tradisional. Gejala munculnya jenis pantun seperti ini sudah cukup lama, yaitu sejak tampilannya bentuk semacam itu dalam berbagai kesempatan komunikasi: mengucapkan selamat, memberi nasihat, pidato maupun memberikan sambutan dalam berbagai acara. Di televisipun pantun muncul baik dalam tayangan khusus maupun sebagai selingan yang diucapkan oleh presenter dalam acara-acara hiburan. Contoh pantun modern:

Meski aku sudah kenyang

Tetap harus minum jamu

Perempuan yang kusayang

Bolehkan aku bertamu

 

Buah manggis buah pepaya

Cewek manis siapa yang punya

Pantun bersuka cita merupakan pantun yang isinya mengenai perasaan suka cita atau gembira seseorang atau banyak orang. Contoh pantun suka cita yaitu:

Burung elang burung merpati

Terbang ke kubur mencari makan

Bukan kepalang senangnya hati

Melihat ibu pulang dari pekan

Pantun jenaka merupakan pantun yang isinya mengenai kelucuan seseorang atau atau kisah-kisah lucu. Contoh pantun jenaka yaitu:

Elok rupanya pohon belimbing

Tumbuh dekat pohon mangga

Elok rupanya berbini sumbing

Biar marah tertawa juga

Pantun dagang merupakan pantun yang isinya mengenai perdagangan yang tujuannya agar penjual bisa menarik perhatian pembeli. Contoh pantun dagang yaitu:

Unggas undah si raja burung

Terbang ke desa suka menanti

Wahai badan apalah untung

Senantiasa bersusah hati

Pantun berkasih merupakan pantun yang isinya mengenai kisah asmara antar pemuda dan pemudi yang sedang dilamun cinta. Contoh pantun berkasih yaitu:

Coba-coba menanam mumbang

Moga-moga tumbuh kelapa

Coba-coba bertanam sayang

Moga-moga menjadi cinta

Pantun beriba hati merupakan pantun yang isinya mengenai perasaan iba seseorang kepada orang lain atau mungkin perasaan kecewanya. Contoh pantun beriba hati adalah:

Dari mentuk ke batu kampar

Saya tidak ke jawa lagi

Bumi ditepuk langit ditampar

Saya tidak percaya lagi

Pantun adat merupakan pantun yang di dalamnya berisi adat istiadat yang biasa digunakan masyarakat untuk acara adat di daerahnya. Contoh pantun adat yaitu:

Kayu pantai di kota alam

Rantainya sendi-bersendi

Jika engkau pandai di alam

Patah tumbuh hilang berganti

Pantun berduka cita adalah pantun yang di dalamnya berisi mengenai perasaan duka cita seseorang atau orang banyak. Contoh pantun berduka cita yaitu:

Lurus jalan ke Payakumbuh

Kayu jati bertimbal jalan

Dimana hati tidaklah rusuh

Ibu mati bapak berjalan

Pantun teka-teki merupakan pantun yang berisi tentang sebuah teka-teki, pantun ini terkadang saling berkait dengan pantun lainnya agar bisa dibalas oleh pemantun yang lainnya, pantun ini digunakan biasanya dalam sebuah acara. Contoh pantun teka-teki yaitu:

Tugal padi jangan bertangguh

Kunyit kebun siapa galinya

Kalau tuan cerdik sungguh

Langit tergantung mana talinya ?

Pantun perkenalan merupakan pantun yang di dalamnya berisi mengenai perkenalan seseorang atau banyak orang agar bisa lebih akrab dengan kenalan barunya. Contoh pantun ini yaitu:

Burung merpati burung kayangan

Melayang terbang atas angkasa

Bunga melati dalam jambangan

Bolehkah kumbang hinggap disana?

Pantun perceraian merupakan pantun yang berisi mengenai peristiwa perceraian pasangan suami-istri yang akan berpisah. Contoh pantun ini yaitu:

Jika jadi tuan ke pekan

Padi mana ditunggalkan

Jika jadi tuan berjalan

Kami dimana ditinggalkan

Pantun nasihat merupakan

Pantun nasihat merupakan pantun yang berisi nasihat-nasihat yang baik yang membangun bagi seseorang atau banyak orang. Contoh pantun nasihat yaitu:

Satu dua tiga dan empat

Lima enam tujuh delapan

Tuntun ilmu sampai dapat

Jangan pernah putus harapan

Pantun agama merupakan pantun yang berisi mengenai ajaran-ajaran agama yang selalu mengajarkan kebaikan. Contoh pantun agama yaitu:

Daun terap di atas dulang

Anak udang mati dituba

Dalam kitab ada terlarang

Yang haram jangan dicoba

Pantun anak merupakan pantun yang berisi mengenai perasaan anak, terkadang pantun ini sering berisi perasaan gembira anak. Contoh pantun ini yaitu:

Elok rupanya si kumbang jati

Dibawa itik pulang petang

Tidak terkata besar hati

Melihat ibu sudah datang

Pantun orang muda merupakan pantun yang berisi kisah percintaan atau kisah kehidupan orang muda yang diidentik dengan kisah percintaan, namun pada pantun ini bisa saja kisah duka mengenai perasaan pemuda itu. Contoh pantun ini yaitu:

Tanam melati di rama-rama

Ubur-ubur sampingan dua

Sehidup semati kita bersama

Satu kubur kelak berdua

Pantun orang tua merupakan pantun yang berisi mengenai cerita kehidupan orang tua, sering kali pantun ini berisi nasihat kepada orang tua agar bisa mengingat kematian atau mendekat kepada Sang Pencipta. Contoh pantun ini yaitu:

Asam kandis asam gelugur

Kedua asam riang-riang

Menangis mayat di pintu kubur

Teringat badan tidak sembahyang

Masnawi adalah jenis puisi melayu lama yang berasal dari arab – parsi. Puisi ini berisi puji pujian tentang tingkah laku seseorang yang mulia. Contoh masnawi:

Umar yang adil dengan perinya
Nyatalahpun adil sama sendirinya
Dengan adil itu anaknya dibunuh
Itulah adalat yang benar dan sungguh
Dengan bedah antara isi alam
Ialah yang besar pada siang dan malam
Lagi pun yang menjauhkan segala syar
Imamu`ilhak di dalam kandang mahsyar
Barang yang hak tat`ala katakan begitu
Maka katanya sebenarnya begitu

Rubai, yaitu puisi lama yang terdiri dari empat baris sebait (samadengan kuatrin). Skema persajakannya adalah a-a-b-a dan berisi tentang nasihat, puji-pujian atau kasih sayang. Contoh rubai:

Subhanahu allah apa segala hal manusia
Yang tubuhnya dalam tanah jadi duli yang sia
Tanah ini kujadikan tubuhnya kemudian
yang ada dahulu ada padanya terlalu mulia

Kit’ah, yaitu puisi lama yang terdiri dari lima baris sebait (sama dengan quin). Contoh kit’ah:

Jikalau kulihat dalam tanah pada ihwal sekalian ihsan,
Tiada kudapat bedakan pada antara rakyat dan sultan,
Fana juga sekalian yang ada,dengarkan yang allah selalu berfirman,
Kullu man`alaiaha fanin,yaitu,
Barang siapa yang ada di dalam bumi itu fana juga

Gazal adalah jenis puisi melayu lama yang berasal dari sastra Arab-Parsi. Setiap bait terdiri dari delapan larik dan tiap lariknya berakhiran dengan kata yang sama; berisi seputar asmara. Contoh gazal:

Kekasihku seperti senyawa pun adalah terkasih dan mulia juga

Dan nyawaku pun, mana daripada nyawa itu jauh dari ia juga

Jika 1000 tahun lamanya pun hidup ada sia-sia juga

Hanya jika pada nyawa itu hampir dengan sedia suka juga

Dan mengilangkan cintanya pun itu kekasihku yang setia juga

Distikon adalah sanjak 2 seuntai, biasanya bersajak sama. Contoh distikon adalah:

Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal

Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh

Quatrain adalah sanjak 4 seuntai. Contoh quatrain adalah: 

Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu
(A.M. Daeng Myala)

Sextet adalah sanjak 6 seuntai. Contoh sektet adalah:

Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernafas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih
(Ipih)

Oktaf atau stansa adalah sajak yg terdiri atas delapan larik dalam satu bait. Contoh oktaf/stansa:

Awan
Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan teguh tenang
(Sanusi Pane)

Sanjak Bebas, adalah suatu bentuk sanjak yang tidak dapat diberi nama dengan nama-nama yang sudah tertentu baik dalam puisi lama maupun puisi baru. Yang dipentingkan dalam jenis ini adalah kandungan isi bukan bentuk. Kandungan isi dimaksudkan sebagai ekspresi bebas dari jiwanya, dari pengungkapan rasa pribadinya. kalau perlu bahasa pun dapat tunduk kepada isinya. Sanjak-sanjak ini merupakan salah ciri angkatan 45, sebuah salah satu perwujudan dari gelora jiwanya. Contoh:

               Aku

Kalau sampai waktuku
’Ku mau tak seorang ’kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Terzina adalah sajak yg terdiri atas tiga baris seuntai dng bagan rima a-b-a, b-c-b, c-d-c, d-c-d. Contoh terzina adalah:

Dalam ribaan bahagia datang

Tersenyum bagai kencana

Mengharum bagai cendana

 

Quint adalah sajak 5 seuntai. Contoh quint adalah:

 

Hanya Kepada Tuan

Satu-satu perasaan

Hanya dapat saya katakan

Kepada tuan

Yang pernah merasakan

 

Septima adalah sajak 7 seuntai. Contoh septima adalaha:

 

Indonesia Tumpah Darahku

Duduk di pantai tanah yang permai

Tempat gelombang pecah berderai

Berbuih putih di pasir terderai

Tampaklah pulau di lautan hijau

Gunung gemunung bagus rupanya

Ditimpah air mulia tampaknya

Tumpah darahku Indonesia namanya

(Muhammad Yamin)

 

Soneta adalah bentuk kesusasteraan Italia yang lahir sejak kira-kira pertengahan abad ke-13 di kota Florance. Contoh soneta adalah:

                 Gembala
Perasaan siapa ta ‘kan nyala ( a )
Melihat anak berelagu dendang ( b )
Seorang saja di tengah padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )
Beginilah nasib anak gembala ( a )
Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b )
Pulang ke rumah di senja kala ( a )
Jauh sedikit sesayup sampai ( a )
Terdengar olehku bunyi serunai ( a )
Melagukan alam nan molek permai ( a )
Wahai gembala di segara hijau ( c )
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c )
Maulah aku menurutkan dikau ( c )
(Muhammad Yamin)

Fabel, adalah cerita lama yang menokohkan binatang sebagai lambang pengajaran moral (biasa pula disebut sebagai cerita binatang). Beberapa contoh fabel, adalah: Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau.

Mite (Mitos), adalah cerita-cerita yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap sesuatu benda atau hal yang dipercayai mempuyai kekuatan gaib. Contoh-contoh sastra lama yang termasuk jenis mitos, adalah: Nyai Roro Kidul.

Legenda, adalah cerita lama yang mengisahkan tentang riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah. Contoh: Legenda Banyuwangi, Tangkuban Perahu.

Dongeng jenaka, adalah cerita tentang tingkah laku orang bodoh, malas, atau cerdik dan masing-masing dilukiskan secara humor. Contoh: Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, Abu Nawas.

Sage, adalah cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban seseorang. Beberapa contoh sage, adalah: Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana.

Parabel, adalah cerita rekaan yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan dengan menggunakan ibarat atau perbandingan. Contoh: Kisah Para Nabi, Hikayat Bayan Budiman, Mahabarata, Bhagawagita.

Roman jenaka merupakan roman yang isinya mengisahkan mengenai cerita lucu dalam kehidupan yang ada pada roman tersebut. Roman jenaka contohnya yaitu:

Roman kanak-kanak merupakan roman yang isinya mengisahkan mengenai cerita anak-anak, biasanya isi cerita ini sebagai pengantar tidur anak. Tema, bahan cerita, dan bentuk roman ditulis untuk anak dan remaja, dan biasanya terdapat aspek untuk menghibur, mengajar dan mendidik. Dalam roman ini biasanya disertai dengan dengan gambar ilustrasi yang bertujuan agar pembaca mudah memahami isi cerita yang disajikan. Prinsip dasar roman ini adalah adaptasi/asimilasi : kalimat – kalimat yang terdapat dalam roman harus disesuaikan dengan psikologi anak dan remaja.(Groschenek, 1979 :7). Contoh roman kanak-kanak ini yaitu: Si Dul Anak Jakarta karya Aman.

Roman wanita merupakan roman yang isinya mengisahkan cerita-cerita wanita dalam kehidupan yang banyak bertujuan mengangkat derajat kaum wanita. Contoh roman ini yaitu: Siti Nurbaya karya Marah Rusli.

Roman bertendens, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh: Layar Terkembang oleh  Sutan Takdir Alisyahbana, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Darah Muda oleh Adinegoro.

Roman sejarah, yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh: Hulubalang Raja oleh Nur St. Iskandar, Tambera oleh Utuy Tatang Sontani, Surapati oleh Abdul Muis.

Roman detektif, yang isinya berkaitan dengan kriminalitas. Dalam roman ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang agen polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contoh: Mencari Pencuri Anak Perawan oleh Suman HS, Percobaan Seria oleh Suman HS, Kasih Tak Terlerai oleh Suman HS.

Roman perjuangan adalah roman yang isinya mengisahkan cerita tentang perjuangan para pahlawan yang bertujuan untuk membangkitkan semangat perjuangan kepada pembaca dan mengingatkan pembaca kepada arti perjuangan para pahlawan. Contoh roman perjuangan yaitu: Pahlawan Minahasa karya M.R.Dajoh.

Roman psikologis, yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contoh: Atheis oleh Achdiat Kartamiharja, Katak Hendak Menjadi Lembu oleh Nur St. Iskandar, Belenggu oleh Armijn Pane.

Roman sosial, memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan. Contoh: Sengsara Membawa Nikmat oleh Tulis St. Sati, Neraka Dunia oleh Adinegoro.

Roman Adat ialah : roman yang bahan ceritanya berkisar pada soal adat. Kebanyakan buku-buku roman mengambil bahan pertentangan adat lama dengan adat baru. Contoh : Karena mertua oleh Nur Sutan Iskandar, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Siti Nurbaya oleh Marah Rusli, Asmarajaya oleh Adinegoro.

Roman picisan adalah cerita roman yg rendah mutunya (hanya berisi cerita percintaan saja). Contoh roman picisan adalah: Kasih Tak Terlerai, buah pena Suman Hs

cerita fiksi merupakan cerita rekaan tentang peristiwa-peristiwa yang didasarkan pada angan-angan atau fantasi, bukan berdasarkan fakta atau kejadian yang sesungguhnya, hanya berdasarkan rekaan pengarang saja. Contoh: Robohnya Surau Kami (kumpulan cerpen) oleh AA Navis.

Cerita non-fiksi adalah cerita yg diangkat dr peristiwa yg benar-benar terjadi; contoh: tenggelamnya kapal Van Der Wijck karya Hamka

Cerita fantasi adalah cerita yang dibuat berdasarkan produk imajinasi seseorang seakan ada dalam kehidupan sehari-hari tetapi kenyataannya hanya dalam impian. Contoh: cerita buaya dan kancil

Cerita bergambar adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Contoh: buku abjad

 

Cerita bersambung merupakan  cerita yang sambung-menyambung menjadi satu dalam sebuah buku bahkan buku lainnya. Contoh cerbung (cerita bersambung) yaitu: “antara cinta dan dosa bagian II.”

Cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya terdapat cerita lagi yang dituturkan oleh pelaku-pelakunya. Contoh: Seribu Satu Malam

cerita pendek adalah karangan nasihat yang bersifat fiktif yang menceritakan suatu peristiwa dalam kehidupan pelakunya relatif singkat tetapi padat: contoh: Robohnya Surau Kami (kumpulan cerpen) oleh AA Navis.

Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. Prolog biasanya berisi tentang perkenalan tokoh-tokoh dan pemerannya, konflik yang terjadi dan juga synopsis lakon.

Monolog adalah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri.

Dialog merupakan karya tulis yg disajikan dalam bentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih dalam sandiwara, cerita, dan sebagainya.

Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. Isinya kadang berupa kesimpulan atau ajaran yang bisa diambil dari tontonan drama yang telah disajikan.

Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.

Pantomimik adalah perpaduan ekspresi gerak-gerik wajah dan gerak-gerik tubuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.

Drama komedi adalah drama ringan yang sifatnya menghibur dan di dalamnya terdapat dialog kocak yang bersifat menyindir dan biasanya berakhir dengan kebahagiaan. Drama ini melukiskan kelucuan dalam kehidupan dan menimbulkan tawa dan keceriaan. Pementasan drama ini pada hakikatnya bertujuan mengajak penonton bergembira dan masuk dalam suasana yang riang dan ceria. Contoh drama ini yaitu “Si Kabayan.”

Drama tragedi atau drama duka adalah drama yang melukiskan kisah sedih yang besar dan agung. Drama ini merupakan perwujudan kesedihan dan kenistaan yang selalu dialami manusia secara umum. Pengarang secara bervariasi ingin melukiskan keyakinannya tentang ketidaksempurnaan manusia dan berusaha menempatkan dirinya secara tepat di dalam kemelut kehidupan manusia itu. Contoh drama ini yaitu “Oedipus Sang Raja.”

Drama tragedi-komedi merupakan drama campuran antara tragedi dan komedi. Perwujudannya adalah drama ini menyajikan materi cerita yang mengandung kesedihan, tetapi juga diselingi dengan keceriaan akibat ulah pelaku. Dalam lakuan yang dilakukan pemain dapat diwujudkan dalam bentuk-bentuk lakuan yang menggelikan dan humor. Ada kelucuan dalam kesedihan dan ada kesedihan dalam kelucuan. Pemunculan drama jenis ini, lebih sering diwujudkan dalam bentuk penampilan drama absurd atau kontemporer..

Dagelan adalah drama kocak dan ringan, alurnya tersusun berdasarkan arus situasi dan tidak berdasarkan arus situasi, tidak berdasarkan perkembangan struktur dramatik dan perkembangan cerita sang tokoh. Isi cerita dagelan ini biasanya kasar, lentur, dan fulgar.. Contoh dagelan adalah “Overa Van Java”

Drama biasa merupakan komposisi syair atau prosa yg diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yg dipentaskan. Contoh drama biasa yaitu “ Lutung Kasarung.”

 

Pantomim adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan.

Opera adalah drama yang mengandung musik dan nyanyian yang lebih ditonjolkan.

Operet adalah opera yang ceritanya lebih pendek.

Sendratari merupakan drama yang menonjolkan seni eksposisi, dalam drama bentuk ini tidak mengandung unsur dialog. Ia tersaji dalam bentuknya yang khas, yaitu tari, hanya unsur tarilah yang memiliki alur cerita. Kepentingan utama dalam sendratari adalah gerak-gerak tubuh yang lentur dan sesuai dengan irama gamelan. Berdasarkan kenyataan ini, penonton disuguhi keindahan gerak para penari yang lemah gemulai dan diminta untuk memaknai tarian tersebut.

Tableau merupakan drama yang disajikan dalam bentuk cakapan atau dialog tanpa menghadirkan unsur gerak. Bentuk ini merupakan kebalikan bentuk pantomim dan sendratari. Kefasihan pelafalan vokal sangat dipentingkan dalam tableau. Ia tidak menghadirkan gerak sama sekali, karena tujuan yang ingin disampaikan adalah pesan-pesan secara lisan maupun lingual.

Drama radio drama yang mementingkan dialognya yang diucapkan lewat media radio yang  bertujuan untuk diperdengarkan oleh pendengar bukan ditonton. Jenis drama ini biasanya direkam melalui kaset, yang diutamakan dalam drama ini adalah aspek audio, dengan demikian, pendengar diharuskan untuk menggambarkan lakuan-lakuan yang kemungkinan sesuai dengan dialog yang diucapkan para tokoh. Contoh drama ini yang biasa ada dalam radio adalah “Misteri Gunung Berapi.”

Drama televisi merupakan drama yang memiliki persamaan dengan drama radio, hanya ditambah dengan aspek gerak yang dapat kita saksikan melalui layar kaca sehingga unsur audiovisual terjadi dalam drama ini. Penyusunan drama televisi sama dengan penyusunan naskah film. Oleh karena itu, drama televisi membutuhkan skenario, dalam skenario tidak boleh diabaikan petunjuk teknis yang lengkap dan terperinci. Contoh Drama televisi ini yaitu drama “Laskar Pelangi.”

Drama historis merupakan drama yang mengisahkan cerita tentang kisah yabg  lalu atau lampau, dengan kata lain drama ini mengisahkan sejarah lampau. Contoh drama historis yaitu: Dong Yi (Jewel In The Crown/ Dawn) karya Kim Yi Young.

Drama didaktis atau disebut drama pendidikan merupakan drama yang berisi mengenai cerita yang melambangkan kebaikan dan keburukan seseorang, kesetiaan, harapan, persahabatan/permusuhan, petualangan, dan sebagainya . Tokoh-tokoh itu sebagai teladan bagi penonton. Dengan demikian, melalui drama dapat dilangsungkan proses pendidikan. Contoh drama ini yaitu “Bawang Merah dan Bawang Putih.”

Drama ide atau cita-cita merupakan drama yang mengisahkan cerita tentang penyampaian aspirasi rakyat kepada pemerintah atau perubahan yang diinginkan, drama ide ini berisi gagasan dan pendapat yang membangun demi tercapainya kemakmuran. Drama ide atau cita-cita contohnya yaitu: “Perjuangan Kartini.”

Drama problema merupakan drama yang mengisahkan cerita tentang permasalah-permasalahn yang ada dalam kehidupan masyrakat pada umumnya yang terjadi sekarang ini. Contoh drama problema yaitu “

Drama tradisional kerakyatan merupakan drama yang sederhana, spontan, dan permasalahannya atau temanya yang diangkat adalah permasalahn yang dekat terjadi dengan kehidupan masyarakatnya (masalah sehari-hari). Contoh drama ini yaitu: Ketoprak dari Jawa Tengah, Lenong dari Jakarta, Randai di Sumatra Barat.

Drama tradisional klasik merupakan drama yang terlahir di lingkungan kraton dan sudah mencapai hasil puncak. Contoh drama tradisional klasik yaitu: Wayang Kulit, Wayang Orang, dan Wayang Golek, Langen Asmarasupi, dan Langenwiraga.

Drama konvensional atau yang sering disebut sandiwara adalah drama yang bertolak dari lakon drama yang disajikan secara konvensional. Asal usul sandiwara adalah teater rakyat. Karena ia lahir dari teater rakyat, maka bentuk penampilannya pun tidak jauh berbeda dengan teater rakyat pada umumnya. Salah satunya adalah akrab dengan penonton atau penikmat atau penonton dari asal muasal dan pemain berada dalam satu arena permainan. Arena permainan yang tidak dibatasi oleh garis pemisah yang jelas menyebabkan terjalinnya keakraban antara pemain dan penonton, sedangkan dalam perkembangan selanjutnya, sandiwara sudah memanfaatkan panggung/pentas yang memiliki batas tegas antara pemain dan penonton.

Drama eksperimental atau kontemporer (teater mutakhir) adalah drama yang mendobrak konvensi lama dan penuh dengan pembaharuan, ide-ide baru, gagasan baru, penyajian baru, penggabungan konsep Barat-Timur.

5 thoughts on “Spesifikasi Sastra Lama/Klasik dan Sastra Baru/Modern

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s