HAKIKAT MEMBACA


Pengertian Membaca

Membaca merupakan satu dari empat keterampilan berbahasa dan merupakan bagian atau komponen dari komunikasi tulisan. Dalam hal ini penulis menyampaikan idenya melalui tulisan dan pembaca menemukan dan memahami ide tersebut melalui membaca. Adapun kemampuan bahasa pokok atau keterampilan berbahasa dalam kurikulum di sekolah mencakup empat segi, yaitu:

  • keterampilan menyimak/mendengarkan (Listening Skills,)
  • keterampilan berbicara (Speaking Skills),
  • keterampilan membaca (Reading Skills), dan
  • keterampilan menulis (Writing Skills).

Setiap guru Bahasa Indonesia haruslah menyadari serta memahami benar-benar bahwa membaca adalah suatu metode yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan diri kita sendiri dan kadang-kadang dengan orang lain yaitu mengkomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat pada lambang-lambang tertulis. Tarigan (2008:7) berpendapat bahwa membaca adalah suatu proses yang yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau tulis. Suatu prosesyang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihatdalampandangan sekilas dan agar makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui.

Hal senada juga diungkapkan oleh Finochiaro dan Bonomo (dalam Tarigan 2008:9), mereka mengatakan bahwa, membaca adalah “Bringing meaning to and getting meaning from printed or written material”. Memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung di dalam bahan tertulis. Hal ini jelas sekali bagi kita bahwa membaca merupakan suatu proses yang bersangkutan dengan bahasa. Pernyataan yang sama diungkapkan oleh Smith (dalam Tarigan, 1991:42) menyatakan bahwa membaca adalah suatu proses pengenalan, penafsiran, dan penilaian terhadap gagasan-gagasan yangberkenaan dengan bobot mental ataupun kesadaran total diri pembaca. Dengan demikian membaca dapat diartikan sebagai suatu proses yang bersifat kompleks yang bergantung pada perkembangan bahasa seseorang, latar belakang pengalaman, kemampuan kognitif, dan sikap pembaca terhadap bacaan. Kemampuan membaca dengan demikian dapat diartikan sebagai penerapan dalam rangka mengenali, menginterpretasi, dan mengevaluasi gagasan atau ide yang terdapat dalam bacaan.

Berdasarkan penjelasan di atas penulis dapat menarik pengertian bahwa membaca adalah aktivitas memaknai sesuatu yang tersirat dalam yang tersurat dalam bentuk tulisan sehingga memiliki satu makna yang utuh dan mampu menyampaikan pesan yang ditulis oleh penulis. Makna bacaan tidak terdapat pada aksara-aksara yang ada pada halaman tersebut, akan tetapi berada pada pemikiran pembaca tersebut. Dengan pengalaman dan wawasan yang berbeda-beda setiap individu, interpretasi yang diberikan oleh setiap individu pun akan berbeda.

  1. Aspek-aspek Membaca

Membaca merupakan keterampilan kompleks yang melibatkan serangkaian keterampilan-keterampilan yang lebih kecil lainnya. Menurut Boughton (dalam Tarigan, 2008: 12) bahwa, secara garis besar terdapat dua aspek penting dalam membaca, yaitu:

  • Keterampilan Mekanis (Mechanical Skills)

Keterampilan yang bersifat mekanis (mechanical skills) dapat dianggap berada pada urutan yang lebih rendah (lower order). Aspek ini mencakup:

  • pengenalan bentuk huruf,
  • pengenalan unsur-unsur linguistik,
  • pengenalan hubungan/korespondensi pola ejaan dan bunyi (kemampuan menyuarakan bahan tertulis), dan
  • kecepatan membaca ke taraf rendah.
  • Keterampilan Pemahaman (Comprehension Skills)

Keterampilan yang bersifat pemahaman (comprehension skills) dapat dianggap berada pada urutan yang lebih tinggi(higher order). Aspek ini mencakup:

  • memahami pengertian sederhana (leksikal, gramatikal, retorikal),
  • memahami signifikansi atau makna (antara lain maksud dan tujuan pengarang relevansi/keadaan kebudayaan, reaksi pembaca),
  • evaluasi atau penilaian (isi, bentuk), dan
  • kecepatan membaca yang fleksibel, yang mudah disesuaikan dengan keadaan.

Menurut Tarigan (2008:13) untuk mencapai tujuan yang terkandung dalam keterampilan mekanis, aktifitas yang paling sesuai adalah membaca nyaring (reading aloud) dan membaca bersuara (oral reading). Sedangkan untuk keterampilan pemahaman (comprehension skills) yang paling tepat adalah membaca dalam hati (silent reading), yang dapat dibagi sebagai berikut.

  • Membaca ekstensif

Membaca ekstensif dapat dibagi atas:

  • Membaca telaah isi, mencakup:
  • Membaca survei, yaitu membaca dengan meneliti terlebih dahulu apa yang akan kita telaah dengan jalan melihat judul yang terdapat dalam buku-buku yang ada hubungannya, kemudian memeriksa atau meneliti bagan skema yang bersangkutan.
  • Membaca sekilas (skimming),yaitu membaca yang membuat kita bergerak dengan cepat melihat, memperlihatkan bahan tertulis untuk mencari arti, mendapatkan informasi/penerangan.
  • Membaca dangkal, yaitu membaca untuk memperoleh pemahaman yang tidak mendalam dari suatu bacaan.
  • Membaca intensif

Membaca intensif dapat pula dibagi atas:

  • Membaca telaah isi mencakup:
  • Membaca teliti, yaitu membaca yang menuntut suatu pemutaran atau pembalikan pendidikan yang menyeluruh.
  • Membaca pemahaman, yaitu membaca yang penekanannya diarahkan pada keterampilan memahami dan menguasai isi bacaan.
  • Membaca kritis, yaitu membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analitis dan bukan hanya mencari kesalahan.
  • Membaca ide, yaitu membaca yang ingin mencari, memperoleh serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan.
  • Membaca telaah bahasa, yang mencakup:
  • Membaca bahasa asing, yaitu kegiatan membaca yang tujuan utamanya adalah memperbesar daya kata dan mengembangkan kosakata.
  • Membaca sastra, yaitu membaca yang bercermin pada karya sasta dari keserasian keharmonisan antara bentuk dan keindahan isi.
  1. Tujuan Membaca

Setiap kegiatan pasti memiliki arah dan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan merupakan dasar setiap kegiatan dan tujuan merupakan motivasi yang paling kuat untuk melakukan suatu tindakan. Demikian dengan halnya membaca, menentukan tujuan membaca merupakan hal penting bagi pembaca. Dengan mengetahui tujuan dari membaca akan mempermudah pembaca dalam menentukan pemahaman, menentukan cara dan waktu yang tepat.

Menurut Tarigan (2008: 9-10) ada beberapa tujuan penting membaca adalah:

  • membaca untuk memperoleh rincian atau fakta-fakta,
  • membaca untuk memperoleh ide-ide utama,
  • membaca untuk mengetahui urutan atau susunan, organisasi cerita,
  • membaca untuk menyimpulkan,
  • membaca untuk mengelompokkan atau mengklasifikasi jenis bacaan,
  • membaca untuk menilai, dan
  • membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Anderson (1990:106), bahwa ada tujuh keterampilan membaca pemahaman, yaitu sebagai berikut.

  • pengetahuan makna kata,
  • pengetahuan tentang fakta,
  • pengetahuan menentukan tema pokok,
  • kemampuan mengikuti hal yang mengatur sebuah wacana,
  • kemampuan memahami hubungan timbal balik,
  • kemampuan menyimpulkan, dan
  • kemampuan melihat tujuan pengarang.

Pendapat lain diungkapkan oleh Rahmawati (dalam Wiryodjoyo 2012: 28) yang menyatakan bahwa tujuan membaca yaitu: (1) untuk kesenangan, (2) penerapan praktis, (3) mencari informasi khusus, (4) mendapat gambaran umum, dan (5) mengevaluasi secara kritis.

Berdasarkan uraian tujuan membaca di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan membaca berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan pembaca. Tujuan dasar dari membaca sebenarnya adalah untuk memahami isi bacaan dan memperoleh informasi untuk memperluas pengalaman dan pengetahuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s